Selasa, 14 September 2010

RESET PRINTER CANON IP1700


RESET PRINTER CANON IP1700


Lepaskan kabel power dan kabel USB dari printer, terus buka tutup printer. Tekan dan tahan tombol power, tancapkan kembali, dan tutup printer, lepaskan tombol power. Ini langkah printer dalam keadaan save mode.
Pasang kembali kabel USB, kemudian jalankan reseter Canon IP1600 (kalo punya, kalo nggak punya bisa download di http://www.servicemanuals.ru/download/canon/ip1600.rar/. Printer dalam keadaan hidup. Coba ikuti langkah-langkah berikut ini.
1.    Jalankan General Tool IP1600
2.    Pilih port USB
3.    Tekan [Device ID]
4.    Tekan [Lock Release]
5.    Untuk Set Destination pilih printer yang sama dengan Device ID
6.    Centang [Eeprom Clear & Cleaning]
7.    Tekan [Test Pattern 1], biarkan printer mencetak sampai selesai
8.    Tekan [Heat Run]
9.    Tekan [Cleaning A]
10.  Tekan [Reset]
11.  Selesai

Masuklah ke maintenance bawaan printer. Cek status printer, apakah reset ink level sudah berjalan. Langkah-langkah ini merupakan reset untuk printer blinking dan me-reset level ink status yang baru disuntik atau diisi ulang. Perhatikan, cartridge warna dan hitam harus terisi penuh, warna masing-masing 4ml, hitam 15ml.
Kalo enggak bisa juga, beli cartridge baru lagi. Swear, dijamin indikatornya bakal full. Sebenarnya cartridge gak boleh disuntik, kudunya beli baru. Karena kita tinggal di Indonesia yaaa terpaksa main suntik atau infus.

Pengertian XML ?


APA ITU XML ?

         Coba anda buka satu halaman situs web. Jika anda menggunakan browser web Mozilla, klik saja menu [View]>[Page Source], atau klik Opsi [View]>[Source] jika anda menggunakan browser Internet Explorer. Lihatlah, pada halaman yang tampil di layar monitor terangkai deretan kode HTML. Deretan kode tersebutlah didalamnya tercantum berbagai tag dan elemen pembentuk web yang menghasilkan tampilan sebuah web.

XML dalam lingkup Web
         Untuk membuat sebuah situs web standar yang statis, penggunaan skrip HTML dalam program mungkin sudah dirasa cukup. Tapi untuk membuat sebuah web yang dinamis, anda butuh lebih dari sekedar HTML. Makanya jangan heran kalau sekarang skrip HTML sudah berkembang ke versi yang lebih tinggi, contoh XHTML, dan DHTML. Dikombinasikan dengan berbagai skrip seperti JavaScript dan Flash contohnya, anda bisa membuat sebuah web yang interaktif dan punya tampilan “wah”.
         HTML saja memang sudah mampu mewadahi kebutuhan web. Tapi jika situs web buatan anda ingin benar-benar unjuk gigi didunia online, ada baiknya anda menggunakan skrip  XML. XML, singkatan dari Extensible Mark up Language, berfungsi untuk menjembatani masalah keterkaitan antarsitus web dan kekinian kontennya.
         Sekarang sudah bukan masanya bagi banyak orang untuk mempromosikan webnya sendirian. Pun tiap orang yang mengakses internet bisa dengan mudah mengambil informasi yang diperlukannya  dari situs mana saja yang kontennya ter-update dan secara otomatis. Taruhlah, seorang pencandu blog mencantumkan daftar konversi kurs mata uang di blognya yang sumbernya diambil dari situs lain. Informasi mengenai kurs tersebut kan harus selalu ter-update. Dan, bakal repot jika si pemilik blog yang harus memperbaharui informasi tersebut setiap hari, harus bolak-balik membuka situs acuannya. Nah, masalah semacam ini bisa teratasi dengan kehadiran XML. Dengan XML, setiap kali situs sumber dalam kasus ini situs yang menampilkan konversi mata uang, memperbaharui informasinya, maka secara otomatis, informasi terbaru itu akan ditayangkan pada blog yang notabene adalah pelanggan informasi situs tersebut.
         Contoh lain penggunaan XML bisa dilihat pada penerapan RSS (Really Simple Syndication), teknologi sindikasi berita antarsitus web. Suatu situs bisa saja menampilkan berita tentang topik tertentu yang bukan hasil liputan pengelolanya sendiri-dengan kata lain, berita diambil dari situs yang lain. Ketika ada update berita pada situs sumber berita, maka berita yang dimuat pada situs pelanggan berita itu pun akan ikut ter-update secara otomatis.

XML dalam lingkup Office Suite
         XML tidak hanya digunakan oleh aplikasi berbasis web, namun juga oleh peranti lunak kantoran semacam OpenOffice atau Microsoft Office. Tujuannya tak lain adalah supaya dokumen dapat bersifat universal-artinya dapat dibuka, diolah, dan diperbarui kontennya menggunakan aplikasi lain.
         Contohnya dokumen Microsoft Word bisa diedit, diolah, dan diperbarui menggunakan OpenOffice Writter. Contoh lain, misalnya dokumen Microsoft Excel bisa dibuka, diolah, dan diperbarui menggunakan OpenOffice Calc. Nah, sekarang makin jelas bahwa aplikasi Office sedang menuju era terbuka (Open Documen).
         Microsoft Excel XP juga telah menyertakan formal XML. Dengan format tersebut, isi spreadsheet maupun struktur basis data dalam file Excel bisa diimpor ke aplikasi lain. Demikian pula dengan Microsoft Word 2007. Semoga saja, format open document yang menggunakan XML bisa semakin menyempurnakan kompatibilitas antardokumen Word seperti OpenOffice Writer, Microsoft Word, Suns Microsystem StarOffice, dan lain sebagainya.
         Sejauh ini, format Open Document yang mulai distandarisasi dan sudah menggunakan XML antara lain adalah WordprocessingML untuk aplikasi word processing, spreadsheetML untuk aplikasi spreadsheet, PresentationML untuk aplikasi presentations, DataDiagramingML untuk aplikasi diagram teknikal, serta FormTemplate untuk aplikasi elektronik.  



Manipulasi Registry Windows


Manipulasi Registry Windows

Registry merupakan jantung windows. Karena melalui registrilah anda dapat mengontrol system, hardware, desktop, windows explorer, start menu, dan internet explorer. Istilah lainnya adalah informasi database yang berada pada system operasi Microsoft. Database tersebut menyimpan pengaturan pada computer anda.
Registry windows memiliki nama lain yaitu Regedit atau registry editor.. Untuk menjalankan Registry, anda akan melewati cara tersendiri, yaitu melalui Start>Run. Kemudian, ketikkan perintah regedit dalam kotak dialog Run dan OK. Maka secara otomatis Registry akan terbuka. Untuk selanjutnya, saya tidak akan mengulangi lagi perintah yang sama. Diasumsikan sewaktu melakukan manipulasi anda sudah berada para Registry Editor.
Saya akan menjelaskan bagian-bagian di dalam Registry Editor. Pada bagian panel sebelah kiri, setiap sub folder yang beada dibawah My Computer dinamakan key, seperti HKEY_CLASSES_ROOT, HKEY_CURRENT _USER, HKEY-LOCAL_MACHINE, HKEY_USERS, dan HKEY_CURRENT_CONFIG. Setiap sub folder dibawah key dinamakan subkey, demikian seterusnya. Pada bagian panel sebelah kanan terdapat value yang akan dimanipulasi. Pada buku ini, kita hanya memakai 3 tipe value, yaitu Binary, DWORD, dan String Value. Sedangkan yang berada pada bagian kanan value merupakan data atau isi value.
Selain aturan yang telah diterapkan diatas, ada satu hal penting yang harus anda ketahui, yaitu jika sub key yang diperlukan tidak ada di dalam Registry, maka kita dapat membuat sub key tersebut terlebih dahulu. Caranya, klik kanak key dimana sub key yang baru ingin dibuat kemudian pilih new>key. Begitu selanjutnya, jika anda akan membuat beberapa sub key.
Apabila anda tidak menemukan value yang anda inginkan, maka anda dapat membuat value tersebut. Caranya, klik kanan pada bagian kosong panel di sebelah kanan. Kemudian, pilih new dan jenis value yang anda inginkan. Jenis value yang ada pada Registry sudah saya jelaskan diatas.
Terakhir adalah mengenai Data Value. Isi dari Data Value sangat menentukan manipulasi yang akan anda lakukan. Untuk mendapatkan hasil manipulasi, anda harus menggantikan isi value sesuai dengan tuntunan yang saya berikan.
Pada saat menggunakan Registry, anda harus sangat hati-hati karena Registry merupakan jantung dari sistem komputer anda. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anda membuat backupnya terlebih dahulu sehingga kesalahan yang mungkin terjadi dapat diperbaiki kembali.
Cara memback-up Registry adalah dengan memilih menu File>Export. Setelah kotak dialog Export Registry File muncul, ketiklah nama file backupnya dan disimpan pada folder yang anda inginkan, kemudian klik OK. Sedangkan untuk mengambil kembali file Registry sebelumnya adalah dengan kebalikannya, yaitu memilih Menu File>Import.
Kini, keadaan Registry anda sudah dikatakan aman. Walaupun demikian, anda harus tetap berhati-hati. Berikut panduang singkat untuk menggunakan buku ini :
·         Key
Berarti nama key. Jika key tersebut belum ada, anda dapat membuatnya dengan mengurutkannya dari awal
·         Value name
Nama value yang dibutuhkan untuk membuat manipulasi
·         Data Type
Jenis value yang dibutuhkan untuk membuat manipulasi, seperti String, Dword, dan Binary Value.
·         Data
Data yang harus anda isikan untuk membuat manipulasi sesuai selera anda

Setelah anda melakukan manipulasi, tetapi anda belum merasakan perubahan dari manipulasi tersebut, jangan kecewa karena untuk melihat hasilnya Anda harus merestart windows terlebih dahulu. Namun, ada beberapa windows sehingga anda cukup me-refresh Windows saja. Dengan demikian, perubahan dari manipulasi yang anda buat dapat langsung terlihat. Selamat mencoba.